Kekalahan Permainan Tradisional
Terhadap
Perkembangan Teknologi
Disusun Oleh:
Amelia Achlaqul Karimah
50412698
Chairul Umam
51412573
Dani Muntashir
51412684
Imam Azki
53412627
Ulfa Alfianita
57412511
2IA18
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya karya tulis ilmiah dengan judul “Kekalahan Permainan Tradisional Terhadap Perkembangan Teknologi” dapat selesai tepat pada waktunya.
Karya tulis ilmiah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Bahaasa Indonesia. Penyusunan karya tulis ilmiah ini pun bertujuan untuk menjawab perumusan masalah dan memperjelas hasil penelitian yang telah kami lakukan.
Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karenanya, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dalam rangka penyempurnaan. Akhir kata, semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dunia pendidikan dan teknologi, agar memerhatikan keberlangsungan permainan tradisional sebagai karakter suatu daerah.
Bekasi, 23 Januari 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................
DAFTAR ISI
BAB I: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...............................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah.........................................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan...........................................................................................................
1.4 Manfaat Penulisan.........................................................................................................
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Permainan Tradisional
2.2 Permainan Modern
BAB III: METODE PENULISAN
3.1 Sumber dan Jenis Data
3.2 Pengumpulan Data
3.3 Analisa Data
3.4 Penarikan Kesimpulan
BAB IV: PEMBAHASAN
4.1 Perubahan pada Permainan Anak
4.2 Dampak Perubahan pada Permainan Anak
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Era globalisasi membawa banyak perubahan terhadap gaya hidup masyarakat. Salah satunya tampak pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang banyak membantu kehidupan masyarakat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang mana kala masyarakat semakin membutuhkannya dalam menunjang berbagai aktivitas. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya tidak hanya menciptakan berbagai macam peralatan yang membantu manusia dalam bekerja, tetapi juga ketika manusia ingin bersantai dan mencari suatu hiburan, dimana bermain adalah salah satu pilihannya. Bermain merupakan suatu hal yang sangat digemari oleh masyarakat terutama anak – anak. Hal tersebut disebabkan karena masa anak – anak merupakan masa dimana seseorang banyak menghabiskan waktunya untuk bermain. Dengan berkembangnya teknologi yang mencakup banyak aspek, maka jenis – jenis dari permainan pun mendapatkan pengaruhnya. Sehingga hal tersebut menyebabkan munculnya istilah permainan modern.
Permainan modern merupakan suatu jenis permainan yang memanfaatkan teknologi didalamnya seperti playstation dan game online. Kini, permainan ini sangat digemari oleh anak – anak. Dengan munculnya permainan modern, maka eksistensi dari permainan tradisional pun menjadi berkurang. Salah satu ciri khas pola permainan saat ini selain menggunakan teknologi, juga kurang adanya pola gerak. Permainan saat ini hanya menggunakan gerakan tangan dengan duduk manis di depan layar. Berbeda halnya dengan permainan tradisional yang banyak mengarah pada aktivitas fisik. Sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas kesehatan seseorang khususnya anak – anak. Oleh sebab itu dalam karya tulis ini penulis membahas mengenai dampak yang ditimbulkan dari adanya perubahan pola permainan anak – anak tersebut, dengan judul “Dampak dari perubahan pola permainan anak – anak dari tradisional ke modern terhadap kesehatan”
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana perubahan pola permainan anak – anak dari tradisional ke modern ?
2. Apa dampak yang ditimbulkan dari adanya perubahan pola permainan anak – anak dari tradisional ke modern terhadap kesehatan?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui perubahan pola permainan anak – anak dari tradisional ke modern
2. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari adanya perubahan pola permainan anak – anak dari tradisional ke modern terhadap kesehatan
1.4 Manfaat Penulisan
1. Menambah pengetahuan mengenai perubahan pola permainan anak – anak dari tradisional ke modern serta dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan
2. Memberikan informasi kepada masyarakat menganai perbedaan tradisional dan modern, sehingga dapat secara selektif memilih permainan yang memberikan dampak positif
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Permainan Tradisional
Permainan tradisional menurut James Danandjaja (1987) adalah salah satu bentuk yang berupa permainan anak-anak, yang beredar secara lisan diantara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional dan diwarisi turun temurun serta banyak mempunyai variasi. Sifat atau ciri dari permainan tradisional anak sudah tua usianya, tidak diketahui asal usulnya, siapa penciptanya dan darimana asalnya. Biasanya disebarkan dari mulut ke mulut dan kadang-kadang mengalami perubahan nama atau bentuk meskipun dasarnya sama. Jika dilihat dari akar katanya, permainan tradisional tidak lain adalah kegiatan yang diatur oleh suatu peraturan permainan yang merupakan pewarisan dari generasi terdahulu yang dilakukan anak-anak dengan tujuan mendapat kegembiraan.
Permainan tradisional ini bisa dikategorikan dalam tiga golongan, yaitu permainan untuk bermain (rekreatif), permainan untuk bertanding (kompetitif) dan permainan yang bersifat edukatif.
Permainan tradisional yang bersifat rekreatif pada umumnya dilakukan untuk mengisi waktu luang. Permainan tradisional yang bersifat kompetitif memiliki ciri-ciri terorganisir, bersifat kompetitif, dimainkan paling sedikit 2 orang, mempunyai kriteria yang menentukan siapa yang menang dan yang kalah, serta mempunyai peraturan yang diterima bersama oleh pesertanya. Sedangkan permainan tradisional yang bersifat edukatif terdapat unsur-unsur pendidikan didalamnya.
2.1.1 Macam-macam Permainan Tradisional :
1. Engklek/Taplak/Dengkleng
Permainan sangat mudah dan sangat menarik untuk dimainkan yang hanya membutuhkan garis kotak-kotak atau gambar sebagai medianya dan dapat dibuat diatas tanah maupun halaman depan rumah atau halaman sekolah. Engklek mengkombinasikan kecepatan melempar pecahan genteng (disebut gacok) ke dalam kotak-kotak dan kemampuan menjaga keseimbangan, karena saat melewati kotak-kotak yang telah dibuat, setiap pemain harus melompat dengan satu kaki diagkat dan tidak boleh menyentuh garis. Manfaatnya yaitu melatih fisik dan keseimbangan tubuhnya dan melatih konsentrasi saat melompat dan melempar batu.
2. Bekelan
Permainan bekel menggunakan bola berwarna warni yang terbuat dari karet. Bola dimainkan dengan biji khusus (biasanya 6-10 biji) yang terbuat dari kuningan. Permainan ini bisa dimainkan 2 orang atau lebih. Pertama-tama bola dilempar ke atas lalu kita menghamparkan biji-bijinya ke lantai. Setelah bola memantulkan, kita harus menangkapnya kembali dan mengambil biji-biji itu. Setelah semua biji terambil kita hamparkan lagi dan mengubahnya menjadi beberapa posisi. Manfaat yang diperoleh dari melakukan permainan ini yaitu :
1. Melatih motorik kasar (terutama jari-jari tangannya)
2. Mengasah kemampuan koordinasi mata dan tangannya
3. Belajar memprediksi dan membuat strategi untuk menghindari, merubah dan mengambil biji-biji.
3. Benteng
Permainan ini terdiri dari 2 kelompok. Setiap kelompok beranggota 4-8 orang. Setiap anggota wajib menjaga bentengnya dari tangan musuh, benteng ini bisa berbentuk pohon, tiang, atau pun pilar. Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih benteng lawan. Bila benteng kita tersentuh salah satu anggota lawan yang berteriak kata “benteng”, maka kelompok kita dinyatakan kalah. Kelompok lawan bisa juga menahan teman-teman anggota kita dengan menyentuhnya. Dan kita bisa membebaskannya kembali, juga dengan menyentuhnya. Manfaat yang diperoleh dari melakukan permainan ini yaitu :
· Melatih fisik karena memerlukan kecepatan berlari
· Belajar mengatur strategi untuk mempertahankan bentengnya
· Melatih kooperatif
4. Bakiak
Bakiak mengadu keseimbangan dan kekompakan tim, dan termasuk permainan yang kompetitif. Setiap kelompok biasanya terdiri dari tiga orang anak mengenakan sandal tandem yang terbuat dari kayu. Pemenangnya adalah kelompok yang tidak terjatuh dan tercepat mencapai garis finish.
5. Petak Umpet
Permainan diawali dengan menentukan gawang jaga. Salah satu dari pemain diminta menutup mata dan menghitung 1-10. Saat ia menghitung pemain yang lain berlari dan bersembunyi. Setelah hitungan selesai, penjaga gawang akan membuka mata dan mencari lawan bermainnya yang bersembunyi. Bila ia menemukannya, maka lawan dianggap kalah dan berganti menjaga gawang. Tapi bila si penjaga gawang menyerah dan tidak menemukan lawannya yang bersembunyi, maka si penjaga dianggap kalah dan harus menjaga gawang lagi untuk memulai permainan kembali. Permainan ini memiliki manfaat yang sangat baik untuk melatih motorik anak. Membuat anak menjadi aktif bergerak dan juga aktif berpikir. Manfaat permainan ini lebih menitikberatkan untuk melatih insting atau firasat anak. Pada saat anak tumbuh dewasa, insting sangat dibutuhkan untuk mengatur strategi kesuksesan menghadapi tantangan dalam dunia kerja.
6. Balap Karung
Teknis permainan ini adalah seorang anak akan memasukkan kaki hingga batas perutnya ke dalam karung. Lalu dengan kaki yang terbungkus karung, anak diminta berlari atau melompat hingga mencapai garis finish. Yang tercepat mencapai garis finish dinyatakan sebangai pemenang. Karena sifatnya berlari dan melompat maka permainan ini akan memberi manfaat untuk perkembangan kinestetik anak dalam pergerakannya. Semakin ia lincah, semakin mudah ia memenangkan permainan ini. Permainan ini juga mampu mengasah ketangkasan, keseimbangan, dan koordinasyo otot-otot tubuh dan kaki anak, serta menumbuhkan sportivitas dan semnagat untuk berkompetisi dalam suasana yang riag dan menyenangkan sesuai dunia anak.
7. Layang-layang
Permainan ini dilakukan dengan cara menerbangkan laying-layang. Pemain akan saling berpacu menerbangkan laying-layangnya di udara. Laying-layang siapa yang terbangnya paling tinggi dan bertahan lama di udara akan dijadikan pemenang. Manfaat permainan ini untuk melatih kesabaran anak. Menerbangkan laying-layang bukan hal yang mudah. Anak harus dituntut sabar mencari arah angin yang tepat untuk menerbangkan laying-layangnya dan menggerak-gerakkan tali laying-layang dengan gerakan yang tepat agar tali laying-layang tidak putus.
2.2 Permainan Modern
Semakin majunya perkembangan zaman, maka semakin meningkat pula fungsi peradaban yang ada di dunia ini. Salah satunya adalah dengan berkembanganya teknologi yang ternyata tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan hidup manusia termasuk kebutuhan untuk hiburan bagi anak – anak.
Permainan modern ialah permainan yang berasal dari industri atau umumnya menggunakan teknologi dalam pembuatan serta permainannya. Permainan jenis ini menghadirkan bentuk permainan seperti video game, baik itu dalam console maupun komputer. Ada banyak jenis console game yang memberikan kemajuan teknologi, dalam segi tampilan gambar maupun cara memainkan yang beragam, sehingga menarik perhatian kita untuk memainkannya. Pabrikan video game pun senantiasa memanjakan kita dengan kemajuan teknologi yang semakin mengagumkan. Bahkan jenis game online yang sedang trend saat ini telah menjadi favorit hampir di seluruh dunia.
Terdapat berbagai macam jenis permainan modern yaitu :
a. Adventure Game (Game Pertualangan)
Permainan ini banyak dinikmati oleh para gamer, jenis game ini pada umumnya terdiri dari banyak tingkatan dan terdiri dari banyak karakter. Pada dasarnya game ini adalah petualangan yang berisikan item untuk dikumpulkan sehingga dapat mencapai level tertentu.
b. Fighting Game (Game Berkelahi)
Untuk menjadi sangat mahir dalam game ini tidaklah sulit. Pada tipe game ini, gamer ditempatkan dalam situasi dimana harus berkelah dengan lawan, dalam setiap game ada aturannya masing-masing. Pada game ini gamer harus kalahkan setuap musuh yang ada pada game tersebut.
c. Racing Game (Game Balapan)
Game ini sangat diminati oleh para pecinta otomotif, karena pada game ini gamer dituntut untuk menang dalam setiap race. Kelebihan game ini adalah gambar yang sangat futuristik dan atraktif.
d. Vehicle Combat Game (Game Peperangan Luar Angkasa)
Tipe game ini termasuk paling tua diantara yang lain. Game seperti ini kebanyakan terdiri dari kendaraan antar planet, serta penembaknya. Game ini memberikan sasaran dan misi yang harus diselesaikan. Biasanya game ini hanyalah cerita fiktif belaka.
e. First Person Shooter Game (Game Menembak Orang Pertama)
Tipe ini adalah yang terbaru, muncul pada pertengahan tahun 1998. pada game ini merupakan kombinasi antara tindakan dan petualangan. Disebut sebagai First Person Shooter Game karena, orang pertama yang melihat musuh harus segera menembak. Karakter dalam permainan ini dilengkapi dengan senjata.
f. Sport Game (Game Olah Raga)
Tipe game ini adalah yang paling banyak diminati di kalangan gamer, karena mudah serta unsur tantangan dalam game ini tidaklah terlalu sulit.
Walaupun memiliki banyak kelebihan dan kemutakhiran, jenis permainan ini pun memiliki beberapa sisi negatif apabila kita tidak bisa dengan bijak memainkannya. Hal yang paling sederhana ialah kita jadi malas belajar. Dari segi kesehatan apabila kita terlalu lama duduk dan bermain mata dapat lelah atau rusak, tubuh pun akan mengalami gangguan karena kita tidak banyak bergerak. Selain itu terlalu sering bermain video game membuat kita lupa untuk bermain di luar, berbagi keceriaan dengan teman bermain di alam terbuka. Hal ini dapat mengurangi rasa persaudaraan dan toleransi kita sesama teman, padahal banyak manfaat dan pelajaran yang dapat kita ambil dengan bermain bersama teman.
Permainan modern yang menghadirkan ilusi virtual, ternyata telah membunuh rasa kemanusiaan anak-anak. Kebersamaan, kasih-sayang, jiwa sosial yang mereka temui dalam permainan tradisional, akhirnya dihancurkan oleh permainan industri modern. Anak-anak menjadi egois, introvert dan akhirnya saling curiga.
BAB III
METODE PENULISAN
3. 1 Sumber dan Jenis Data
Sumber data yang dipergunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah sumber pustaka yang relevan dengan topik permasalahan yang dibahas. Sumber pustaka yang dipergunakan memiliki validitas dan relevansi yang dapat dipertanggung jawabkan. Jenis data yang diperoleh berupa data sekunder yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif.
3. 2 Pengumpulan Data
Dalam penulisan karya ilmiah ini digunakan metode telaah pustaka yang didasarkan pada hasil pengkajian terhadap berbagai sumber data yang telah teruji validitasnya, berhubungan satu sama lain, relevan dengan kajian tulisan, serta mendukung uraian atau analisis pembahasan.
3. 3 Analisis Data
Setelah data yang diperlukan terkumpul, dilakukan pengolahan data dengan menyusun secara sistematis dan logis. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah analisis data deskriptif argumentatif.
3. 4 Penarikan Kesimpulan
Setelah proses analisis, dilakukanlah proses sintesis dengan menghimpun dan menghubungkan rumusan masalah, tujuan penulisan, serta pembahasan. Berikutnya ditariklah kesimpulan yan bersifat umum kemudian direkomendasikan beberapa hal sebagai upaya transfer gagasan.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Perubahan Pola Permainan Anak – anak dari Tradisional ke Modern
Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang khususnya pada anak-anak untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Permainan akan berkembang menjadi kegiatan yang positif dari cerminan kepribadian anak, apabila muncul dari hasil penciptaan atas kreasi yang dimilikinya. Hal ini juga akan membentuk pola bagi anak untuk menentukan jenis permainan apa yang menjadi imajinasinya sehingga dapat dinikmati dan dirasakan sebagai suatu kesenangan. Walupun demikian semua permainan yang ada, dari pola permainan tempo dulu hingga jaman teknologi ini tidak semua dinikmati apabila faktor fisik dan psikis tidak menunjang.
Banyak faktor yang mempengaruhi permainan anak, seperti :
a. Lingkungan
Lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah akan mempengaruhi jenis permainan yang akan dipilih oleh anak. Sebagai contoh anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak menjadi kurang.
b. Status Sosial Ekonomi
Kondisi sosial ekonomi keluarga dapat menjadi masukan bagi anak untuk memilih permainan yang dilakukan. Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah. (Sukadi. Pola Permainan dan Kratifitas Anak. Available from:http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND.TEKNIK_SIPIL/196409101991011-SUKADI/02-Penelitian/12-Pola_Permainan_Anak.pdf Akses : 4 Januari 2013)
Keadaan yang dikondisikan oleh lingkungan pendidikan barat dan tuntutan yang lebih ini akhirnya membawa anak-anak kepada pola permainan yang jauh dari permainan rakyat atau tradisional. Mainan tradisional dinggap sebagai mainan kelas bawah, kotor, berbahaya, dan tidak berkualitas. Kondisi seperti ini akhirnya menghantarkan anak-anak kita kepada ketidaktahuan akan ‘permainan tradisional’ yang sudah jauh berkembang sebelum mereka lahir.
Permainan tradisional sebenarnya selalu berkaitan dengan alam sekitar. Ini disebabkan keakraban manusia hidup bersama alam dalam kesehariannya. Permainan tradisional juga sangat dekat sekali dengan pola perkembangan hidup seorang anak bahkan permainan ini akan mampu mengembangkan daya pikir anak - anak secara tidak langsung. Permainan tradisional pada masyarakat Indonesia selain memperlihatkan dengan alam juga memperhatikan kebutuhan anak dalam mencapai perkembangan usianya, bahkan material yang digunakan untuk membuat permainan juga tergantung kepada material yang di sediakan oleh alam. Ini membuktikan bahwa pola hidup masyarakat di pengaruhi oleh lingkungan alam dan berpengaruh terhadap perkembangan anak serta mainan dan permainannya.
Kalau melihat jenis dan bentuk permainan tradisional di Indonesia berjumlah sangat banyak, di setiap daerah banyak yang memiliki kesamaan dalam bentuk tapi penamaan yang berbeda. Keragaman ini dipengaruhi oleh lingkungan alam yang menyediakan material untuk di jadikan alat permainan. Demikian pula jenis dan kerakter lahirnya bentuk desain mainan dan permainan amat dipengaruhi oleh pola asuh.
Jenis permainan tradisional bukan sekedar hadir, karena yang ikut main di dalamnya dapat memperoleh filosifi positif untuk mengukur kepribadian mereka dan melatih rasa. Permainan tradisonal rakyat dikalangan anak-anak tidak sekedar bermain namun mengajarkan banyak nilai dalam bermasyarakat.
Permainan tradisional mengusung makna kebersamaan, solidaritas, kepedulian sesama, dan rasa memiliki satu sama lainnya. Apalagi, permainannya tidak bisa dilakukan sendiri. Seperti contohnya permainan enggo-enggo atau petak umpet. Jika ingin memainkannya tidak boleh sendiri harus lebih dari satu orang. Nah, ketika ingin memainkan inilah tentunya anak mencari temannya diajak bermain.
Pola ini tentu meningkatkan kepedulian anak-anak pada temannya sebab mereka mencari ke rumahnya atau ke tempat lainnya. Bisa jadi,ketika mencari teman yang dimaksudkan sekaligus anak itu bisa tahu seperti apa kondisi temannya apa sehat atau tidak. Permainan ini juga mengajarkan tentang sportivitas dan anti kecurangan. Sementara, permainan online tidak membutuhkan teman, malah justru mereka diciptakan untuk sendiri tanpa memperdulikan orang sekitar.
Kendalanya adalah terbatasnya lapangan di kota-kota besar, sementara banyak permainan yang memerlukan arena yang luas. Kendala besar lainnya adalah karena larangan dari orang tua. Mereka takut anak-anak mereka terluka, kotor atau kulit anak menjadi terbakar karena bermain di lapangan terbuka.
Memberi kebebasan secara seimbang untuk anak bermain bersama teman-temannya dapat memberikan nilai positif. Bermain dapat menjadi sarana belajar dan mengembangkan nilai EQ pada anak. Tetapi, tentu saja harus dalam pengawasan dan memberi batasan waktu yang jelas agar tidak semua waktu digunakan untuk bermain.
Saat ini banyak permainan tradisional yang sudah ditinggalkan oleh anak-anak, bahkan mereka tidak mengenal permainan tradisional. Pada awalnya hanya dikenal permainan rakyat yang menggunakan alat-alat sederhana. Tetapi sekarang jenis permainan telah berkembang, dengan menggunakan alat-alat berbasis teknologi modern, seperti game boy, komputer, ataupun playstation. Permainan modern ini disebut dengan nama video game, karena menggabungkan antara pengguna layar televisi dengan console, yaitu suatu alat media penerjemah dari compact disc (cd). Dan aplikasi dari video game yang sedang sangat digandrungi oleh anak zaman sekarang adalah game online.
Game online sudah sangat dominan dimainkan oleh banyak orang di seluruh dunia. Pengguna video game biasanya rela menghabiskan uang jajan dan waktu berjam-jam hanya untuk memainkan permainan tersebut. Secara tidak langsung, video game dapat banyak menyita waktu. Sehingga waktu yang dapat dipergunakan untuk belajar pun jadi berkurang.
Sifat permainan adalah sebaga alat penghibur, tetapi jika terlalu serius dan terlalu lama dapat menimbulkan efek negatif bagi penggunanya. Terlebih lagi di kalangan anak-anak, hal tersebut dapat mengganggu prestasi akademiknya. Kehadiran game online memang dapat meningkatkan reaksi persepsi audio visual pemainnya, karena mereka harus berkosentrasi, mendengar, dan melihat gerak permainan itu. Serta orang juga jadi terbiasa memecahkan masalah dengan memakai analisanya. Namun disisi lain game online yang notabenenya adalah video game juga dapat membuat ketergantungan, manakal penggemarnya terkena video addict (kecanduan video game) penggemarnya rela menghabiskan waktunya, kurang produktif, dan pemain juga menjadi kurang bersosialisasi (Lucia dalam www.kompas.com, 2004).
Berbeda jauh dengan permainan anak-anak zaman dahulu yang sarat dengan nilai kejujuran, kebersamaan, kekompakan, solidaritas, kerjasama, keuletan dan olah fisik. Permainan modern saat ini membuat anak-anak mengalami kekurangan komunikasi dengan teman sebayanya atau lebih condong ke sifat individualistik. Mereka memainkan permainan tersebut sendirian tanpa teman.
4.2 Dampak Perubahan Pola Permainan Anak – anak dari Tradisional ke Modern terhadap Kesehatan
Berbicara mengenai perkembangan jaman yang sudah memasuki modernisasi, ada banyak hal yang mengalami kemajuan pesat dan dipengaruhi oleh budaya-budaya luar. Indonesia, salah satu negara berkembang ini pun tidak luput dari derasnya arus modernisasi atau yang sekarang lebih dikenal dengan globalisasi. Globalisasi ini tidak hanya dilihat dari satu aspek saja, melainkan mampu mempengaruhi segala aspek kehidupan masa kini terutama teknologi.
Game online memang merupakan suatu terobosan baru yang sangat menarik untuk anak-anak masa kini. Namun, game online selalu diyakini memberikan pengaruh negatif kepada para pemainnya. Hal ini terutama karena sebagian besar game yang adiktif dan biasanya tentang kekerasan pertempuran dan berkelahi. Mayoritas orang tua dan media berpikir dan percaya bahwa permainan merusakan otak anak-anak dan mempromosikan kekerasan di antara mereka. Dampak negatif timbul karena sebanyak 89% dari game mengandung beberapa konten kekerasan (Children Now, 2001), dan bahwa sekitar setengah dari permainan termasuk konten kekerasan terhadap karakter permainan lainnya yang akan menyebabkan luka berat atau kematian . Jika dipandang dari kacamata kesehatan atau medis, banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh bermain game online, bisa menyerang psikologis maupun menganggu fungsi kerja panca indera yang tentunya sangat rawan pada usia anak-anak. Berikut beberapa dampak negatif game online terhadap kesehatan anak :
1. Kecanduan Game
Kecanduan bermain game secara berlebihan dikenal dengan istilah Game Addiction (Grant, J.E. & Kim, S.W. (2003). Artinya seorang anak seakan-akan tidak ada hal yang ingin dikerjakan selain bermain game, dan seolah-olah game ini adalah hidupnya. Hal semacam ini sangat riskan bagi perkembangan si anak yang perjalanan hidupnya masih panjang. Menurut Cromie (dalam Kem, 2005) karakteristik kecanduan cenderung progresif dan seperti siklus. Nicholas Yee (2002) menyebutkan indikator dari individu yang mengalami kecanduan terhadap games, memiliki sebagian atau semua ciri-ciri berikut:
a. Cemas, frustrasi dan marah ketika tidak melakukan permainan
b. Perasaan bersalah ketika bermain
c. Terus bermain meskipun sudah tidak menikmati lagi
d. Teman atau keluarga mulai berpendapat ada sesuatu yang tidak beres dengan individu karena game
e. Masalah dalam kehidupan sosial
f. Masalah dalam hal finansial atau hubungan dengan orang lain
Kecanduan game juga dapat memiliki efek kesehatan yang merugikan bagi beberapa anak, termasuk obesitas, kejang, gangguan postural, dan gangguan otot dan rangka, seperti tendonitis, kompresi saraf, carpal tunnel syndrome (Berkey et al, 2000; Subrahmanyam, Kraut, Greenfield, & Gross, 2000).
2. Mata
Dampak game online sangat berpengaruh terhadap kesehatan mata. Pengaruh radiasi dari layar monitor dapat menyebabkan mata lelah dan gangguan pada mata akibat jarak antara layar monitor dengan mata yang terlalu dekat. Gangguan yang sering terjadi akibat kesalahan saat bermain adalah rabun jauh ataupun rabun dekat, apalagi didukung oleh efek cahaya yang ditampilkan dalam sebuah game. Dalam satu kali penglihatan, efek cahaya yang bisa terjadi bisa mencapai ratusan. Ini biasanya bisa menyebabkan perut mual jika kita terus memaksa mata melihat ke layar TV atau monitor. Dan dengan kurangnya pencahayaan dalam ruangan, ini akan menjadi semakin buruk. Walaupun kenampakan efek-khusus dalam game lebih jelas, namun ini akan menjadikan mata lebih cepat lelah. Terkait dengan intensitas mengoperasikan permainan di depan layar komputer, tentu sangat berpengaruh pada kesehatan mata si anak tersebut. Griffiths (dalam Broto,2006) mengemukakan bahwa saat anak bermain game di depan layar komputer dengan mata terbuka sekitar empat jam per harinya akan beresiko mengalami kelainan refraksi pada mata terutama rabun jauh (myopia) karena terlalu seringnya mata beraktivitas dengan jarak yang dekat. Menurut Damayanthi ,B. (2010) myopia atau yang dikenal dengan sebutan mata minus adalah kondisi organ bola mata lebih panjang dari ukuran normal sehingga bayangan sinar tidak sampai tepat di pusat penglihatan (makula), melainkan jatuh di depan makula (vitreus). Berdasarkan waktu timbulnya, myopia dapat digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu : congenital myopia (myopia sejak lahir dan menetap sampai anak-anak), school myopia (myopia pada masa anak-anak) dan adult onset myopia (pada usia >40tahun).
3. Penurunan Aktivitas Otak
Seorang professor dari Tokyo Nihon University, Akio Mori melakukan kajian mengenai dampak game pada aktivitas otak. Dari penelitian Akio Mori tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 poin penting. Pertama, penurunan aktivitas gelombang otak prefrontal yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan dengan hubungan sosial, tidak konsentrasi dan lain sebagainya (Ian s Bruce, 2002).
Kedua, penurunan aktivitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para gamer mengalami “autonomic nerves” yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi dimana sekresi adrenalin meningkat, sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat. Bila tubuh dalam keadaan seperti ini maka yang terjadi pada gamer adalah otak mereka merespon bahaya sesungguhnya (Ian s Bruce, 2002).
Kedua dampak yang muncul sudah pasti akan menghambat proses belajar siswa. Karena dengan adanya penurunan-penurunan pada tubuh tersebut menyebabkan gangguan dalam jangka pendek maupun panjang, tidak hanya dari psikologinya tetapi juga dari kesehatannya. Dalam buku terbitannya sendiri, Akio Mori sendiri telah menyebutkan bahwa otak pada para pemain game akan rusak secara fisikal (Akio Mori, 2002).
4. Pola Tidur Anak
Dalam beberapa kasus, game online membuat mereka menjadi lupa waktu dan secara tidak langsung perlahan-lahan mengubah pola tidur mereka. Sebuah penelitian skala kecil menemukan bahwa game online cukup mempengaruhi pola tidur para remaja. Namun jika mereka main game online kurang dari satu jam sebelum tidur, maka remaja akan tetap bisa tidur dengan nyenyak. Seperti yang dilansir dari The Daily News, penelitian dari Flinders University di Australia ini menyebutkan kalau menambah jam bermain game online berdampak cukup buruk bagi remaja. Peneliti pun melibatkan 17 remaja yang gemar bermain game online kekerasan di malam hari sebelum tidur dan mengamati pola tidur mereka. Terbukti, remaja yang bermain video games 150 menit kehilangan waktu 27 menit untuk tidur. Remaja juga akhirnya membutuhkan waktu 39 menit (9 menit lebih lama) untuk bisa tertidur pulas. Dalam penelitian Journal of Sleep Research juga disebutkan adanya hubungan antara bermain game online dengan penurunan kualitas tidur dan bermain game online secara berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan klinis yang signifikan untuk pola tidur anak dan remaja.
5. Wasir atau Ambeien
Keseringan duduk dalam waktu yang lama akan mengakibatkan peredaran darah tidak lancar serta mendesak pembuluh vena yang ada di anus. Akibatnya pembuluh darah menonjol dan timbul rasa sakit serta panas.
6. Berkurangnya Metabolisme Tubuh
Bermain game sangat minim dengan aktivitas fisik, jadi otot tidak melakukan aktivitas fisik sehingga menyebabkan metabolisme tubuh menurun. Dalam jangka panjang, massa otot akan menurun, terjadi obesitas, sakit pinggang, menurunnya sistem imunitas sehingga mudah terkena penyakit
7. Sindrom Carpal Tunel
Sindrom Carpal Tunel atau cedera otot tangan ditandai dengan kesemutan, mati rasa, kelemahan serta kerusakan otot pada pergelangan tangan dan jari. Penyebabnya adalah tekanan dan ketegangan saraf di pergelangan tangan yang berfungsi merasakan dan menggerakkan tangan dan jari.
8. Osteoporosis
Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. Terlalu lama bermain game menyebabkan aktivitas tubuh menurun. Ini bisa menyebabkan osteoporosis, atau kerapuhan tulang. Penyakit ini biasanya menyerang orang-orang yang sudah tua karena tulangnya kekurangan kalsium. Tetapi di era moderen ini, orang yang mengalami osteoporosis di usia muda sudah banyak. Perhatikan bahwa pola makan yang tidak teratur, dan kurang aktivitas, menjadi penyebab utama.
Selain itu, dampak negatif dari bermain game bagi kesehatan fisik dan mental adalah sebagai berikut :
1. Dapat menyebabkan cedera pada anggota tubuh manusia. Jika sering terjadi maka menyebabkan Repetitive Strain Injury (RSI) atau cedera fisik berulang-ulang. Contoh : Cedera jari sehingga bengkak dan sakit yang berulang terus-menerus.
2. RSI yang sering terjadi bisa menyebabkan kecacatan / cacat fisik pada seseorang. Contoh : seting pegal-pegal nyeri tulang belakang bisa membuat bentuk tulang belakang menjadi tidak proporsional.
3. Sinar biru layar tv atau monitor bisa menyebabkan kerusakan mata, yaitu mengikis lutein pada mata sehingga menyebabkan pandangan kabur degenerasi makula.
4. Main game yang terlalu dekat dengan layar monitor komputer atau layar telavisi bisa menyebabkan mata minus rabun jauh atau miopi. Tidak hanya dari game namun juga bisa menyerang pada saat nonton televisi.
5. Kilatan-kilatan cahaya dengan pola tertentu pada game bisa memicu epilepsi (ayan) pada penderita potensial.
6. Dapat menyebabkan penyakit maag jika sering lupa makan rutin saat asyik bermain game.
7. Dapat menyebabkan stress jika menglami kegagalan bermain game maupun stress karena kurang waktu untuk berhubungan sosial.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Perubahan pola permainan anak – anak dari tradisional ke modern merupakan suatu akibat dari adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih. Permainan tradisional merupakan permainan yang dimainkan oleh anak-anak secara tradisional dengan memanfaatkan alam dan berinteraksi dengan alam sekitarnya. Dimana anak-anak akan mampu melatih kebersamaan, solidaritas, rasa saling memiliki dan membutuhkan, persaudaraan, kecintaan terhadap alam sekitarnya dan juga anak-anak diajarkan untuk bersikap jujur. Dalam hal ini anak-anak juga aktif bergerak sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit. Namun, permainan tradisional mulai ditinggalkan oleh anak – anak dan beralih menuju ke permainan modern. Dimana permainan modern lebih cenderung melatih aktivitas otak dibandingkan dengan aktivitas fisik.
2. Dampak perubahan pola permainan anak – anak dari tradisional ke modern terhadap kesehatan yaitu gangguan kesehatan mata, penurunan aktivitas otak, mengganggu pola tidur anak, Wasir atau Ambeien, Berkurangnya Metabolisme Tubuh, Sindrom Carpal Tunel, dan Osteoporosis
5.2 Saran
1. Hal yang dapat disarankan adalah permainan tradisional harus tetap dipertahankan, dilestarikan dan dikenalkan kepada anak-anak. Karena hal ini dapat membentuk psikomotorik anak dan perkembangan pola pikir anak dan kepribadian anak untuk bisa bersosialisasi terhadap lingkungannya dan sesamanya. Sehingga hubungan harmonis diantara semuanya dapat terjaga.
2. Untuk orang tua juga sebaiknya tidak melarang anaknya untuk bermain di alam terbuka dan membuang jauh-jauh pikiran kalau bermain di alam terbuka itu berbahaya. Karena hal ini juga akan melatih sistim imun dan anti body pada anak sehingga dia juga akan terhindar dari berbagai majam serangan penyakit.
3. Kurangi menggunakan peralatan game yang dapat mengganggu kesehatan anak dan daya psikomator anak seperti game online dan PS. Sehingga dapat mengirit pengeluaran dan energy yang dibuang percuma dengan menggunakan peralatan eletronik yang menggunakan daya listrik. Yang dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk hal yang lebih berguna. Juga dapat menggunakan waktu untuk belajar lebih banyak.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, Setyo. 2009. Permainan Modern. Available from: http://mainyuk.byethost14.com/permainan%20modern.html (Akses: 4 Januari 2013)
Adnamazida, Rizqi. 2012. Dampak Video Games terhadap Pola Tidur Remaja. Available from: http://www.merdeka.com/sehat/dampak-video-games-terhadap-pola-tidur-remaja.html (Akses: 7 Januari 2013)
Informasi Tips. 2012. Permainan Tradisional Anak Indonesia dan Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang Anak. Available from: http://informasitips.com/permainan-tradisional-anak-indonesia-dan-manfaatnya-bagi-tumbuh-kembang-anak (Akses: 5 Januari 2013)
Masdin Site. 2010. Awas! Gemar Main Game Bahayakan Kesehatan. Available from: http://masdinsite.info/2010/03/gemar-main-game-online-membahayakan-kesehatan/ (Akses: 6 Januari 2013)
Media Promosi. Nilai Positif pada Anak dalam Permainan Tradisional. Available from: http://promosinet.com/hiburan/permainan/1046-nilai-positif-pada-anak-dalam-permainan-tradisional-.html?fontstyle=f-larger (Akses: 4 Januari 2013)
Organisasi. 2009. Efek/ Dampak Buruk Main Video Game bagi Kesehatan Fisik dan Mental. Available from: http://organisasi.org/efek-dampak-buruk-main-video-game-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental (Akses: 6 Januari 2013)
Sukadi. Pola Permainan dan Kratifitas Anak. Available from: http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND.TEKNIK_SIPIL/196409101991011-SUKADI/02-Penelitian/12-Pola_Permainan_Anak.pdf (Akses : 4 Januari 2013)
Universitas Sumatera Utara (USU). Bab 2 Tinjauan Pustaka. Available from: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31205/4/Chapter%20II.pdf (Akses: 4 Januari 2013)
Utami, Fatimah Kurniasari. 2007. Dampak Kecanduan Bermain Video Game pada Remaja. Available from: http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2007/ Artikel_10501109.pdf (Akses: 4 Januari 2013)
Wacana Nusantara. 2012. anak dan Permainan Tradisional. Available from: http://wacananusantara.org/anak-dan-permainan-tradisional/ (Akses: 5 Januari 2013)
Warung Pendidikan. 2012. Kembangkan Potensi Anak dengan Permainan Tradisional. Available from: http://ferigramesa.blogspot.com/2012/06/kembangkan-potensi-anak-dengan.html (Akses: 4 Januari 2012)
