Keamanan Jaringan dan Keamanan Internet

Pada mulanya, internet sempat diperkirakan akan mengalami kehancuran oleh beberapa pengamat komputer di era 1980-an karena kemampuannya yang pada saat itu hanya bertukar informasi satu arah saja. Namun semakin ke depan, ternyata perkiraan tersebut meleset, dan bahkan sekarang menjadi suatu kebutuhan akan informasi yang tiada henti-hentinya dipergunakan. Namun akhir-akhir ini kita banyak mendengar masalah keamanan yang berhubungan dengan dunia internet. Masalah ini banyak dikarenakan keamanan yang ada didalam internet itu sendiri.
Keamanan jaringan dan kemanan internet adalah sistem pertahanan yang di buat sedemikian rupa untuk membetengi bahaya-bahaya penyusup yang mengancam ataudan merusak keadaan jaringan dan internet. Penyusup pada keamanan jaringan dan internet bisa dibedakan dari tujuannya. Berikut jenis penyusup dilihat dari tujuannya ;
1.      The Curius.
Hanya ingin mengetahui sistem dan data yang ada pada suatu jaringan komputer yang dijadikan sasaran.
2.      The Malicious.
Membuat sistem jaringan menjadi down, atau mengubah tampilan situs web.
3.      The Profile Intruder.
Berusaha untuk mencari sumber daya di dalam sistem jaringan komputer untuk memperoleh popularitas.
4.      The Competition.
Mengetahui data apa saja yang ada di dalam jaringan komputer untuk selanjutnya dimanfaatkan untuk mendapat uang.

Contoh kasus keamanan jaringan dan keamanan internet :
Ø  Defacing
Defacing merupakan bagian dari kegiatan hacking web atau program application, yang menfokuskan target operasi pada perubahan tampilan dan konfigurasi fisik dari web atau program aplikasi tanpa melalui source code yang sebenarnya dan tanpa diketahui oleh si pemilik website (administrator/developer-nya). Sedangkan deface itu sendiri adalah hasil akhir dari kegiatan cracking. Tekniknya adalah dengan membaca source codenya, lalu mengganti image dan editing html tag.

Contoh pada kasus :


Macam – Macam  Aplikasi Security di Internet :
1.       Application Layer Security
Setiap aplikasi bertanggung jawab dalam menyediakan keamanan. Implementasi pada level ini hanya menyangkut client dan server. Security pada level ini lebih sederhana hanya komunikasi via Internet hanya menyangkut dua pihak yaitu pengirim dan penerima (misalnya pada aplikasi email.
2.       Transport Layer Security
TSL merupakan salah satu protokol yang dikembangkan oleh Netscape untuk security di Internet. Untuk transaksi di Internet, security meliputi:
- Pelanggan perlu yakin bahwa server yang dituju adalah milik vendor sebenarnya, bukan penipu
- Pelanggan perlu yakin bahwa isi dari pesan yang dikirimkannya tidak dimodifikasi selama transaksi. Integritas pesan harus dipertahankan
- Pelanggan perlu yakin bahwa tidak ada orang yang tidak berkepentingan yang dapat menerima informasi sensitif yang dikirimkannya, misalnya nomor kartu kredit
Selain tiga hal di atas, TLS juga dapat menyediakan fitur untuk vendor (penerima) mengotentifikasi pelanggan.
3.      Security at the IP Layer
IP layer, implementasi fitur keamanan (security) yang sangat kompleks karena banyak piranti yang terlibat. Security pada level ini menggunakan IP Security (IPSec). IPSec adalah sekumpulan protokol yang didesain oleh IETF (Internet Engineering Task Force) untuk menyediakan keamanan pada paket-paket data yang dikirim via Internet. IPSec tidak mendefinisikan metode enkripsi atau otentifikasi tertentu, melainkan menyedikan framework dan mekanisme security. Sedangkan user yang memilih metode enkripsi/otentifikasinya.
4.      Firewall
Suatu organisasi dapat melindungi darinya dari dunia luar dengan firewall. Firewall adalah suatu router yang dipasang antara jaringan internal suatu organisasi, dan Internet. Firewall didesain untuk melewatkan paket-paket data tertentu dan memfilter (memblok) yang lainnya. Ada 2 macam Firewall sebagai berikut:
a. Packet-filter Firewall
Yaitu melewatkan atau memblok paket data berdasarkan informasi pada heder di network-layer atau transport layer, IP address pengirim dan penerima, port address pengirim dan penerima, dan tipe protokol yang digunakan (misalnya TCP atau UDP). Suatu packet-filter firewall adalah sebuah router yang menggunakan suatu table untuk menentukan paket yang harus dibuang.
b. Proxy firewall
Packet-filter firewall membatasi paket data berdasarkan informasi pada header., tapi tidak bisa memilih berdasarkan apa sebenarnya isi pesan tertentu. Misalnya suatu organisasi menerapkan kebijaksanaan bahwa hanya mitra kerja yang bisa mengirimkan data, sedangkan data yang berasal dari luar mitra kerja akan ditolak. Hal ini tidak dapat dilakukan oleh packet-filter firewall karena tidak mampu membedakan semua paket data yang datang pada TCP port 80 (port default yang digunakan untuk Internet)

5.      Access Control
Suatu usaha preventif untuk menyediakan keamanan pada suatu jaringan data. Suatu organisasi membutuhkan aturan access control untuk melindungi sumber dayanya dari user yang tidak berkepentingan. Ada tiga metode yang bisa digunakan untuk access control yaitu password, token dan biometrics.
6.      Password
Setiap user memerlukan password untuk mengakses sistem. Password yang efektif memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Memiliki panjang paling sedikit 6 karakter
2. Ditentukan oleh administrator karena user dapat memilih password yang mudah ditebak
3. Password sebaiknya diubah secara berkala

7.      Token
Token adalah piranti kecil (misalnya kartu, kunci dll) yang berisi sirkuit elektronik untuk security control.
8.      Biometric
Yaitu beberapa karakteristik user yang digunakan untuk mendapatkan akses ke suatu sistem. Bisa berupa suara, sidik jari, pola retina atau struktur wajah.


Referensi Buku:
1.      Raharjo, Budi Handbook :Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet

Referensi Web :
        1.   www.prokunga.com
     2.    http://www.jaringankomputer.org/keamanan-jaringan-komputer/
     3.    http://nissarestiyana.wordpress.com/category/kuliah/keamanan-jaringan/
     4.   Gruop Facebook saya (hasil deface)

Penulis : Unknown ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Keamanan Jaringan dan Keamanan Internet ini dipublish oleh Unknown pada hari Wednesday, January 29, 2014. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Keamanan Jaringan dan Keamanan Internet
 
diooda